Serangan yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina telah menyebabkan kematian setidaknya delapan orang, termasuk seorang anak, dengan empat korban jiwa di Ukraina dan empat lainnya di Rusia serta Crimea yang dianeksasi. Serangan yang terjadi pada hari Kamis tersebut menandai eskalasi konflik yang telah berlangsung selama lima tahun antara kedua negara, dengan angka korban sipil mencapai titik tertinggi sejak tahun 2022 meskipun pertempuran di garis depan sebagian besar dalam keadaan stagnan.

Serangan udara Ukraina menyasar wilayah Moskow dan Crimea pada hari Kamis, yang mengakibatkan empat orang tewas, termasuk seorang anak, serta delapan orang lainnya luka-luka, menurut otoritas setempat. Di daerah pinggiran Voronezh, yang berjarak sekitar 500 km sebelah selatan Moskow, seorang bocah berusia tiga tahun tewas dalam kebakaran yang terjadi di rumahnya setelah sebuah drone jatuh menimpa bangunan tersebut. Orang tua bocah tersebut mengalami berbagai luka, dan seorang pemuda juga terluka dalam serangan drone terpisah di daerah yang sama.

Di wilayah Belgorod, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina, seorang pria dikabarkan tewas dan satu lainnya luka-luka akibat serangan drone Ukraina yang menghantam sebuah kendaraan, sebagaimana dinyatakan oleh otoritas setempat. Di Crimea, dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka akibat serangan yang dilancarkan Ukraina, menurut pejabat yang diangkat oleh Moskow.

Sementara itu, di Ukraina menargetkan sebuah bisnis makanan di kota Pavlohrad, yang terletak di wilayah Dnipropetrovsk, mengakibatkan tiga orang tewas dan setidaknya sepuluh lainnya mengalami luka-luka, kata Gubernur Oleksandr Hanzha. Serangan tersebut juga menyebabkan kebakaran. Di wilayah Sumy, seorang pria berusia 57 tahun dilaporkan tewas akibat serangan mortir saat berada di halaman belakang rumahnya, dan upaya medis tidak dapat menyelamatkannya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pasukannya berhasil merebut desa Bilytske, yang terletak sekitar 12 km sebelah utara kota Pokrovsk, yang sebelumnya mereka klaim telah dikuasai sejak bulan Desember. Namun, Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Ukraina mengklaim bahwa mereka berhasil menangkis 42 serangan Rusia dalam 24 jam terakhir di 19 titik pemukiman di garis depan Pokrovsk, termasuk Bilytske. Hingga kini, otoritas Ukraina belum memberikan komentar terkait klaim terbaru dari Rusia.

Menyusul peningkatan ketegangan, para duta besar Uni Eropa telah menyetujui paket sanksi ke-21 terhadap Rusia, yang mencakup pembatasan pada sektor perbankan negara tersebut, serta menemukan kompromi dengan Yunani untuk melonggarkan pembatasan pada LNG Rusia. Langkah ini menunjukkan komitmen Uni Eropa untuk menanggapi agresi Rusia di wilayah Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *