Manila, Filipina — Meskipun konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, Bureau of Immigration (BI) Filipina melaporkan bahwa volume penumpang internasional diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa minggu ke depan. Komisioner BI, Joel Anthony Viado, mengungkapkan bahwa aktivitas perjalanan tetap kuat selama Pekan Suci, meskipun ada gangguan di bandara dan penerbangan akibat konflik yang berkepanjangan.

Data Perjalanan Internasional Selama Pekan Suci

Peningkatan Volume Penumpang di Triwulan Pertama 2026

Untuk triwulan pertama tahun 2026, BI melaporkan total kedatangan sebanyak 4.218.683 dan keberangkatan 4.521.001. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana tercatat 3.871.492 kedatangan dan 4.196.492 keberangkatan pada periode yang sama di tahun 2025.

Optimisme di Tengah Ketegangan

Juru bicara BI, Dana Sandoval, menyatakan optimisme terhadap volume penumpang yang terus bertahan berdasarkan harapan bahwa situasi di Timur Tengah dapat mereda sehingga perjalanan internasional bisa kembali normal. Meskipun begitu, BI mencatat penurunan signifikan dalam perjalanan ke dan dari negara-negara Timur Tengah selama triwulan pertama, yang mengalami penurunan sekitar 80 persen akibat ketegangan yang terjadi.

Proyeksi Volume Penumpang di Bandara

Viado menyatakan bahwa pihaknya mengantisipasi volume penumpang yang tinggi di Ninoy Aquino International Airport (NAIA) dan bandara besar lainnya dalam beberapa minggu mendatang, seiring dengan permintaan perjalanan global yang tetap stabil.

Upaya Pemulangan Warga Filipina

Dalam perkembangan terkait, pemerintah Filipina terus menjalankan upaya pemulangan, yang membawa pulang 488 pekerja Filipina di luar negeri (OFW) beserta keluarga mereka dari Dubai, Lebanon, dan Kuwait pada tanggal 14 dan 15 April. Data terbaru dari Department of Migrant Workers menyebutkan, 125 OFW dan anggota keluarga tiba dari Dubai pada malam 14 April di Terminal 3 NAIA. Sementara itu, 35 warga Filipina lainnya, termasuk 21 OFW dan tiga tanggungan dari Dubai, serta 11 OFW dari Lebanon, tiba pada 15 April.

Pada hari yang sama, 328 OFW dan tanggungan dari Kuwait juga tiba di Terminal 3 NAIA dengan penerbangan dari Kuwait Airways sekitar pukul 5:30 pagi, menambah jumlah pemulangan. Selain itu, jenazah 20 pekerja Filipina dari Kuwait juga dibawa pulang pada hari yang sama. Pihak berwenang menyatakan bahwa keluarga para pekerja tersebut mendapatkan bantuan, dan upacara keagamaan dilakukan sebelum penyerahan jenazah.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan akibat konflik di Timur Tengah, volume perjalanan internasional di Filipina tetap menunjukkan kekuatan yang signifikan. Dengan optimisme yang berkembang mengenai normalisasi situasi, diharapkan aktivitas perjalanan internasional akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *