MANILA, Filipina — Mantan anggota legislatif, Zaldy Co, akan diserahkan terlebih dahulu kepada Criminal Investigation and Detection Group (CIDG) sebelum ia dibawa ke Sandiganbayan, pengadilan anti-korupsi di Filipina.

Pada konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, 20 April, juru bicara Kepolisian Nasional Filipina (PNP), Randulf Tuaño, mengungkapkan bahwa Departemen Luar Negeri akan menyerahkan Co kepada CIDG saat ia tiba di Filipina. “Handang-handa na po ang Philippine National Police sa pagdating niya sa Pilipinas,” ungkap Tuaño, yang berarti bahwa PNP telah mempersiapkan kedatangan Co.

Setelah tiba, Zaldy Co akan menjalani prosedur medis dan pendaftaran, menurut penjelasan Tuaño. Selanjutnya, ia akan diserahkan ke pengadilan anti-korupsi untuk menentukan fasilitas penahanan yang akan menampungnya. Namun, saat ini belum ada tanggal pasti mengenai kapan Co akan kembali ke tanah airnya, tambah Tuaño.

Dalam pesan videonya pada hari Senin, Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan bahwa Zaldy Co masih dalam pengawasan otoritas Republik Ceko. “Inutusan ko ang Department of Justice kasama ang Department of Foreign Affairs na pangunahan ang pakikipag-ugnayan sa mga awtoridad ng Czech Republic upang matiyak na maayos at naaayon na proseso ang lahat ng kinakailangan,” kata Marcos, yang berarti ia telah menginstruksikan kedua departemen tersebut untuk memastikan semua proses berjalan dengan baik.

Pada 16 April, Marcos mengungkapkan bahwa Co, yang sudah bersembunyi sejak pertengahan 2025, ditangkap di Praha setelah memasuki Republik Ceko tanpa dokumen yang sah. Pada November 2025, Sandiganbayan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Co terkait proyek pengendalian banjir senilai P289,5 juta di Oriental Mindoro, khususnya untuk pembangunan tanggul jalan di sepanjang Sungai Mag-asawang Tubig. Sebulan kemudian, pengadilan anti-korupsi tersebut membatalkan paspor Co dan menyatakan dia sebagai buronan.

Dampak Terhadap Korupsi di Filipina

Kasus Zaldy Co mencerminkan upaya pemerintah Filipina dalam memberantas korupsi yang merajalela. Dengan penangkapan dan proses hukum yang akan dihadapinya, masyarakat Filipina diharapkan dapat melihat ketegasan pemerintah dalam menangani kasus-kasus korupsi. Hal ini juga memberikan sinyal bagi pelaku korupsi lainnya bahwa tindakan ilegal tidak akan luput dari hukum.

Konteks Internasional

Kasus ini juga berpotensi menimbulkan perhatian internasional, terutama dalam kerjasama antara Filipina dan negara-negara lain dalam menangani pelaku kejahatan lintas negara. Mengingat Zaldy Co ditangkap di luar negeri, proses ekstradisi dan hukum internasional akan menjadi sorotan. Ini penting untuk memperkuat hubungan diplomatik sekaligus menunjukkan komitmen Filipina dalam memerangi korupsi.

Kesimpulan

Zaldy Co akan segera menghadapi proses hukum di Filipina setelah penangkapannya di Republik Ceko. Hal ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk menuntaskan masalah korupsi yang telah lama mengganggu negara ini. Dengan tindakan yang diambil oleh pemerintah, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran dan tindakan lebih lanjut untuk mencegah korupsi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *