MANILA, Filipina — Kementerian Pertanian Filipina (Department of Agriculture/DA) mengungkapkan bahwa meskipun biaya logistik mengalami kenaikan, harga pangan tetap stabil berkat peningkatan pasokan. Hal ini diungkapkan oleh DA dalam pernyataan resmi mereka pada 4 Maret 2026.

Kondisi Pasar Pangan

Menurut DA, produksi lokal yang cukup telah membantu menjaga harga eceran tidak melonjak drastis, terutama sejak awal ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Asisten Sekretaris DA, Genevieve Velicaria-Guevarra, menyatakan, “Berdasarkan data terbaru kami, harga eceran yang berlaku tetap stabil dan dapat dianggap wajar serta dapat dibenarkan jika dibandingkan dengan harga di tingkat petani, meskipun biaya bahan bakar meningkat.”

Kenaikan Harga Terpilih

Walaupun terdapat indikasi kenaikan harga pada daging sapi dan babi lokal, Velicaria-Guevarra menekankan bahwa “sebagian besar sumber alternatif, termasuk ayam, telur, ikan, dan sayuran, tetap stabil atau bahkan mengalami penurunan harga hingga 13 April.”

Sementara itu, DA juga mencatat adanya kenaikan harga untuk beras impor. Namun, Velicaria-Guevarra berharap harga tersebut akan kembali turun setelah Presiden Marcos mempertimbangkan untuk memberlakukan batas harga P50 per kilogram.

Peningkatan Pasokan Ikan

Di sisi lain, pasokan ikan mengalami peningkatan setelah berakhirnya larangan penangkapan ikan pada 31 Januari. Misalnya, harga galunggong turun dari P330 menjadi sekitar P200 per kilogram, dan tamban dari P140 menjadi P130 per kilogram.

Monitoring Pasokan dan Harga

“Tim Pantau Pasokan dan Harga DA Bantay Presyo terus memantau situasi dengan cermat, mengawasi pasokan dan harga kebutuhan pokok serta komoditas utama di seluruh pasar di wilayah nasional,” kata Velicaria-Guevarra.

Dampak Bagi Indonesia

Stabilnya harga pangan di Filipina memiliki dampak yang signifikan bagi Indonesia, mengingat kedua negara sering saling bergantung dalam hal impor dan ekspor pangan. Kenaikan harga pangan yang terkendali di Filipina dapat menjadi sinyal positif bagi Indonesia untuk menjaga kestabilan harga pangan domestik. Selain itu, dengan peningkatan pasokan, Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Kesimpulan

Dalam situasi yang penuh tantangan, upaya Kementerian Pertanian Filipina dalam menjaga stabilitas harga pangan patut dicontoh. Kenaikan biaya logistik tidak selalu berujung pada lonjakan harga, selama terdapat pasokan yang cukup dan pemantauan yang baik terhadap pasar. Hal ini juga menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam mengelola sektor pertanian dan pangan demi menjaga kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *