MANILA, Filipina — Pemerintah Filipina resmi meluncurkan program subsidi bahan bakar sebesar P10 per liter untuk jeepney di Metro Manila pada hari Selasa, 14 April. Subsidi ini ditujukan untuk membantu pengemudi jeepney yang terdampak kenaikan harga bahan bakar. Sebanyak 52 stasiun pengisian bahan bakar telah terakreditasi untuk berpartisipasi dalam program ini.

Menurut Sekretaris Energi Sharon Garin, program ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. pekan lalu, dan akan dimulai dengan pengemudi jeepney sebelum diperluas ke jenis angkutan umum lainnya. “Sistem ini perlu diuji untuk melihat apakah akan berhasil,” kata Garin dalam wawancaranya dengan dzBB. “Kami akan menguji selama seminggu di Metro Manila, setelah itu baru akan dilanjutkan ke kendaraan umum lainnya, seperti bus, jeep, dan layanan kendaraan jaringan transportasi.”

Detail Subsidi dan Manfaatnya

Subsidi ini direncanakan akan berlangsung selama tiga bulan, dengan pengemudi diizinkan untuk mengklaim diskon hingga 150 liter per minggu, yang setara dengan penghematan sebesar P1,500. Garin menjelaskan bahwa batasan ini mencerminkan rata-rata konsumsi bahan bakar mingguan pengemudi angkutan umum dan bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan.

“Kami perlu mengontrolnya karena, selain anggaran pemerintah, kami juga memiliki yang namanya jaring pengaman. Beberapa orang mungkin memanfaatkan situasi ini dan menjual bahan bakar kepada orang lain; itulah mengapa kami menetapkan batas 150 liter, tergantung pada konsumsi jeepney,” jelasnya.

Target Program dan Dampaknya

Menurut data dari Dewan Pengaturan dan Franchising Transportasi Darat, sekitar 18,000 pengemudi jeepney diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari program uji coba ini. Peluncuran subsidi ini berlangsung saat harga bahan bakar diperkirakan akan turun setelah beberapa minggu mengalami kenaikan tajam akibat ketegangan di Timur Tengah.

Garin menyebutkan bahwa harga solar dapat turun setidaknya P20.89 per liter, sementara harga bensin dan minyak tanah diprediksi akan turun tidak kurang dari P4.43 dan P8.50 per liter, masing-masing. Penurunan harga ini diharapkan dapat meringankan beban pengemudi angkutan umum dan masyarakat.

Namun, rencana subsidi ini dihadapkan pada protes dari kelompok transportasi Manibela, yang merasa bahwa pemerintah lambat dalam menanggapi situasi dan gagal menangguhkan pajak bahan bakar lebih awal. Mereka juga telah mengumumkan rencana pemogokan pada 14 hingga 15 April sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.

Kesimpulan

Peluncuran program subsidi bahan bakar jeepney di Metro Manila merupakan langkah penting dalam mendukung pengemudi angkutan umum di tengah tantangan ekonomi akibat kenaikan harga bahan bakar. Meskipun ada tantangan dan protes, harapannya program ini akan membantu meringankan beban pengemudi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *