MANILA, Filipina — Pemerintah Filipina menegaskan bahwa penutupan Komisi Independen Infrastruktur (ICI) tidak akan menghentikan upaya penegakan hukum terhadap skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang melibatkan miliaran peso. Hal ini disampaikan oleh pihak Istana Malacañang pada hari kemarin.

Komisi yang dibentuk oleh Presiden Ferdinand Marcos melalui Peraturan Eksekutif 94 pada September lalu ini mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan operasionalnya pada 31 Maret setelah menyerahkan laporan temuan mereka kepada Ombudsman dan Kementerian Kehakiman (DOJ).

Pernyataan Pihak Istana

Claire Castro, Sekretaris Komunikasi Presiden, menjelaskan bahwa mandat untuk mengejar para pelaku korupsi akan terus berlanjut meskipun ICI ditutup. “Kesimpulan dari ICI tidak menunjukkan akhir dari penyelidikan,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa badan yang melakukan penyelidikan tersebut telah menyerahkan laporannya kepada Ombudsman untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Ombudsman dan DOJ masih melakukan investigasi awal terhadap kasus-kasus yang telah diajukan atau direkomendasikan untuk diajukan. Selain itu, mereka memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut secara mandiri,” kata Castro.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Keputusan untuk menutup ICI memicu kritik dari sejumlah kelompok, termasuk Akbayan, yang mempertanyakan apakah langkah ini akan berdampak pada penangkapan para pelaku utama. Mereka mengekspresikan kekhawatiran bahwa “ikan besar masih bebas berkeliaran” dalam kasus ini.

Perwakilan dari partai Mamamayang Liberal, Leila de Lima, juga mengecam rencana penutupan ICI. Ia menilai bahwa komisi tersebut gagal melakukan penyelidikan yang serius dan tidak berhasil mempertanggungjawabkan para pelaku korupsi terkait proyek pengendalian banjir.

Ferdinand Topacio, juru bicara dari Partido Demokratiko Pilipino yang berafiliasi dengan mantan Presiden Duterte, sebelumnya menyebut ICI sebagai “pemborosan uang pajak rakyat”.

Dampak bagi Filipina dan Indonesia

Skandal semacam ini memiliki implikasi yang tidak hanya terbatas pada Filipina. Di Indonesia, isu korupsi dalam proyek-proyek infrastruktur juga menjadi masalah serius yang menghambat pembangunan dan memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan adanya penutupan ICI, masyarakat Filipina mungkin merasa skeptis terhadap komitmen pemerintah mereka dalam memberantas korupsi, yang juga dapat menjadi cerminan bagi negara-negara lain termasuk Indonesia.

Kesimpulan

Penutupan ICI dapat menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah dalam menangani kasus-kasus korupsi di proyek pengendalian banjir. Meskipun ICI akan ditutup, proses hukum dan penyelidikan diharapkan tetap berlanjut melalui Ombudsman dan DOJ. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan para pelaku korupsi tidak terlepas dari tanggung jawab mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *