Pemerintah Filipina Habiskan P1,2 Triliun untuk Repatriasi di Timur Tengah
By Corey Hoffman / April 19, 2026 / No Comments / Berita Internasional
MANILA, Filipina — Kementerian Pekerja Migran Filipina (DMW) mengungkapkan bahwa mereka telah mengalokasikan dana sebesar P1,2 triliun untuk repatriasi lebih dari 6.700 pekerja migran Filipina (OFWs) yang terpengaruh oleh krisis di Timur Tengah. Dalam siaran pers yang disampaikan pada hari Jumat, Sekretaris DMW, Hans Cacdac, menjelaskan bahwa dana ini merupakan bagian dari dana AKSYON (Agarang Kalinga at Saklolo para sa mga OFWs na Nangangailangan) yang totalnya mencapai P2 triliun.
Penggunaan Dana AKSYON untuk Repatriasi
Cacdac menyatakan bahwa dari total P2 triliun dana AKSYON, sekitar P1,2 triliun telah digunakan, dengan sekitar P381 juta di antaranya dialokasikan untuk biaya transportasi. “Ini lebih dari 50 persen dari total dana AKSYON,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah Filipina untuk memberikan dukungan kepada warganya yang terjebak dalam situasi sulit di luar negeri.
Bantuan Keuangan untuk OFWs
Untuk pekerja migran yang terdampak di negara-negara seperti Bahrain, Iran, Israel, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab, pemerintah juga menyediakan bantuan tunai sebesar $200. Cacdac menambahkan bahwa total anggaran dana mencapai P2 triliun, termasuk tambahan P800 juta yang akan digunakan untuk mempertahankan pelayanan yang diberikan kepada OFWs.
Dana AKSYON ini tidak hanya memberikan bantuan finansial tetapi juga dukungan hukum, medis, dan kemanusiaan bagi OFWs yang mengalami kesulitan. Cacdac menjelaskan bahwa sebelumnya mereka memberikan bantuan yang lebih besar ketika hanya Lebanon yang terdampak, tetapi situasi saat ini melibatkan lebih dari satu negara sehingga penyesuaian diperlukan.
Kondisi Terkini Pekerja Migran Filipina
Saat ini, DMW melaporkan bahwa total 6.706 pekerja Filipina telah dipulangkan. Jumlah ini terdiri dari 5.023 OFWs, anggota keluarga mereka, dan warga Filipina lainnya yang berada di luar negeri. Cacdac menekankan pentingnya memastikan bahwa semua warganya yang terjebak dapat kembali dengan selamat ke tanah air mereka.
Dampak bagi Indonesia
Situasi ini menjadi perhatian bagi Indonesia, mengingat banyaknya pekerja migran dari Indonesia di Timur Tengah yang juga menghadapi tantangan serupa. Upaya Filipina dalam memfasilitasi repatriasi pekerja dapat menjadi contoh bagi Indonesia untuk memperkuat perlindungan dan dukungan kepada tenaga kerjanya di luar negeri. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat melakukan langkah serupa jika situasi krisis terjadi, guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan warganya.
Kesimpulan
Pengeluaran P1,2 triliun oleh DMW untuk repatriasi pekerja Filipina menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri. Dengan adanya dukungan yang diberikan melalui dana AKSYON, diharapkan pekerja migran ini dapat kembali dengan aman dan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Kejadian ini juga memberikan pelajaran berharga bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam menangani situasi serupa di masa depan.