Marcos Dukung UEA, Pimpin Seruan ASEAN untuk Hentikan Perang Iran
By Corey Hoffman / March 7, 2026 / No Comments / Berita Internasional
MANILA, Filipina — Presiden Ferdinand Marcos Jr. menunjukkan dukungan penuh kepada Uni Emirat Arab (UEA) dan menyerukan penghentian permusuhan di Timur Tengah, sejalan dengan respons pemerintah Asia Tenggara terhadap meningkatnya konflik yang melibatkan Iran.
Marcos menyampaikan pesan tersebut dalam sebuah panggilan telepon dengan Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, seperti yang diungkapkan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan pada hari Jumat.
Dalam panggilan tersebut, Marcos mengungkapkan kepercayaan pada kemampuan pemerintah UEA untuk menjaga keamanan semua penduduk, termasuk hampir satu juta warga Filipina yang tinggal dan bekerja di negara itu.
“Dalam panggilan tersebut, Presiden Marcos mengekspresikan solidaritas dengan rakyat UEA di tengah situasi yang terjadi di kawasan Teluk serta keyakinannya pada kemampuan UEA untuk menjamin keselamatan semua penduduk,” ujar PCO.
Marcos juga berharap konflik ini segera berakhir dan situasi bisa kembali normal.
Asean Serukan Gencatan Senjata
Respons dari Manila mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di seluruh Asia Tenggara, di mana pemerintah-pemerintah menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mencari solusi diplomatik.
Menteri luar negeri dari ASEAN mengeluarkan pernyataan bersama pada 4 Maret, mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap warga sipil selama konflik bersenjata.
Blok regional tersebut menyatakan bahwa eskalasi ini mengancam keselamatan warga sipil dan stabilitas global, serta menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mencari solusi diplomatik.
Respon Beragam dari Negara-Negara di Kawasan
Setiap negara di Asia Tenggara pun memberikan tanggapan masing-masing terhadap perang yang terjadi.
- Indonesia menyatakan penyesalan atas runtuhnya negosiasi antara Washington dan Teheran, dengan Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri untuk melakukan kunjungan ke Iran dan memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan.
- Malaysia dan Brunei mengambil sikap lebih tegas, mengecam serangan terhadap Iran dan mendesak semua pihak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
- Negara-negara lain di kawasan, termasuk Thailand, Vietnam, dan Kamboja, menyatakan sedang memantau situasi dengan seksama dan menekankan pentingnya diplomasi serta perlindungan bagi warga negara mereka di Timur Tengah.
Pemerintah di seluruh Asia Tenggara juga telah menyuarakan kekhawatiran tentang keselamatan jutaan pekerja migran di kawasan Teluk seiring dengan berlanjutnya konflik ini.
Filipina sendiri memiliki lebih dari dua juta warganya yang bekerja di seluruh Timur Tengah, menjadikan keselamatan mereka sebagai perhatian utama bagi Manila.
Kesimpulan
Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dukungan Presiden Marcos kepada UEA dan seruan ASEAN untuk menghentikan perang Iran menjadi sangat penting. Hal ini tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga menyangkut keselamatan banyak warga negara yang tinggal dan bekerja di negara-negara yang terlibat. Upaya diplomatik dan gencatan senjata menjadi kunci untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan melindungi warga sipil.