MANILA, Filipina — Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyerukan kepada seluruh warga Filipina agar terus mempraktikkan rasa empati, kerendahan hati, kesabaran, dan amal, meskipun perayaan Eid al-Fitr telah usai. Dalam pesan yang disampaikan pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, Marcos bergabung dengan komunitas Muslim Filipina merayakan Eid’l Fitr, yang ia sebut sebagai kesempatan “serius dan penuh suka cita” yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan.

Eid al-Fitr: Momen Refleksi dan Generositas

Dalam sambutannya, Presiden Marcos menekankan bahwa perayaan ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan yang sejati sering kali diperoleh melalui pengorbanan. Ia menambahkan bahwa disiplin dalam beriman tidak hanya memperkuat individu, tetapi juga seluruh komunitas.

“Pelajaran yang didapat selama bulan Ramadan seharusnya tidak berakhir dengan berbuka puasa, tetapi harus membentuk cara individu berkontribusi pada masyarakat,” ungkap Marcos. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai seperti empati, kerendahan hati, kesabaran, dan amal harus terus dipraktikkan setelah bulan suci ini.

Meneguhkan Harapan dan Persatuan

“Nilai-nilai yang dipupuk selama bulan suci ini harus melampaui diri sendiri. Mereka harus memperkuat keluarga, mengembalikan harapan di komunitas, dan mengingatkan kita bahwa sebuah bangsa dibangun, bukan hanya melalui hukum dan institusi, tetapi juga melalui orang-orang yang memilih untuk bersikap baik, bertanggung jawab, dan saling bersolidaritas,” tambahnya.

Presiden Marcos juga memberikan penghormatan kepada Muslim Filipina, mengakui ketahanan, kemurahan hati yang tenang, dan rasa tanggung jawab yang tak tergoyahkan meskipun dalam masa-masa sulit. Ia menyoroti contoh yang ditunjukkan oleh komunitas Muslim Filipina dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Membangun Pemahaman Antar Agama dan Budaya

“Kita melihatnya dalam kesetiaan terhadap tugas meskipun tidak ada yang melihat. Ini adalah nilai-nilai yang menjaga perdamaian di lingkungan kita, memelihara kepercayaan di komunitas, dan menjaga harapan tetap hidup di masa-masa sulit,” ujarnya. Presiden berharap perayaan ini dapat memberikan kenyamanan kepada mereka yang membutuhkan, memperbaharui kekuatan bagi mereka yang melayani, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga Filipina, sekaligus mendorong pemahaman yang lebih dalam antar agama dan budaya.

“Semoga perayaan ini memperdalam pemahaman antar agama dan budaya serta terus menyatukan kita dalam aspirasi bersama untuk membangun Bagong Pilipinas, di mana martabat dijunjung, kesempatan menjangkau setiap Filipina, dan perdamaian tumbuh melalui keadilan serta saling menghormati,” ungkapnya.

Hari Libur Nasional untuk Eid’l Fitr

Presiden sebelumnya telah menetapkan 20 Maret 2026 sebagai hari libur nasional melalui Proklamasi No. 1189 dalam rangka memperingati Eid’l Fitr. Namun, Darul-Ifta’ Bangsamoro mengumumkan pada Kamis malam bahwa bulan sabit tidak terlihat, sehingga perayaan dipindahkan ke 21 Maret.

Dengan seruan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengingat dan merayakan Eid al-Fitr, tetapi juga meneruskan semangat kebaikan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *