Latihan Militer Cope Thunder Kembali di Basa Air Base
By Corey Hoffman / April 2, 2026 / No Comments / Berita Militer
MANILA, Filipina — Latihan militer Cope Thunder 26 antara Angkatan Udara Amerika Serikat dan Filipina akan dimulai pada 6 April 2025, dengan operasi penerbangan utama yang berlangsung di Basa Air Base di Pampanga. Latihan ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 April, bertujuan untuk meningkatkan pelatihan tempur bilateral antara kedua angkatan udara serta memperkuat interoperabilitas di antara mereka.
Latihan Cope Thunder pertama kali diadakan di Filipina pada tahun 1976, kemudian dialihkan ke Alaska pada tahun 1992, dan kembali lagi ke Filipina pada tahun 2023. Dengan demikian, latihan mendatang ini menjadi bagian dari kebangkitan program latihan yang penting ini di negara tersebut.
Mengapa Cope Thunder Penting?
Revitalisasi Cope Thunder berlangsung pada masa pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang telah memperluas keterlibatan pertahanan dengan Amerika Serikat melalui serangkaian latihan bersama, akses tambahan untuk pasukan AS yang berputar, dan kegiatan aliansi yang lebih terlihat. Ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperkuat pertahanan regional, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan baru.
Sejarah dan Perkembangan Cope Thunder
Latihan pertama Cope Thunder yang diadakan di Filipina setelah kembali dilaksanakan dari 8 hingga 19 April 2024, juga dengan fokus pada operasi penerbangan di Basa Air Base. Latihan tersebut berfokus pada pelatihan tempur bilateral dan meningkatkan interoperabilitas, di mana pesawat Filipina dan AS melakukan latihan pertahanan udara dan manuver tempur.
Pada akhir Cope Thunder 2024, Angkatan Udara AS menyatakan bahwa latihan tersebut telah memperkuat interoperabilitas dan kesiapan kedua angkatan udara sekutu. Di bawah pemerintahan Marcos, Cope Thunder tidak hanya kembali, tetapi juga berkembang. Pada tahun 2025, salah satu iterasi latihan berlangsung dari 7 hingga 18 April di Basa Air Base, Clark Air Base, dan Colonel Ernesto Ravina Air Base, yang memperluas cakupan pelatihan di Pulau Luzon Utara.
Dampak Bagi Indonesia
Kegiatan militer seperti Cope Thunder menunjukkan pentingnya kerjasama pertahanan di kawasan Asia Tenggara. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam latihan ini, peningkatan kerjasama antara AS dan Filipina dapat mempengaruhi dinamika keamanan di kawasan. Indonesia, sebagai negara dengan angkatan bersenjata yang signifikan, perlu memperhatikan perkembangan ini dan mempertimbangkan strategi pertahanan yang tepat agar tetap waspada terhadap potensi perubahan dalam iklim keamanan regional.
Kesimpulannya, Cope Thunder 26 bukan hanya sekadar latihan militer; ini merupakan simbol dari aliansi yang semakin kuat antara Filipina dan Amerika Serikat. Dengan latar belakang ketegangan di kawasan, kegiatan ini berperan penting dalam memastikan keamanan dan stabilitas, serta menjadi cerminan dari kebijakan pertahanan yang proaktif dari pemerintahan Marcos.