Bayi Ditelantarkan di Gerobak Nasi Uduk, Kakak Minta Pertolongan
By Corey Hoffman / March 5, 2026 / No Comments / Kisah Inspiratif
Penemuan Bayi di Gerobak Nasi Uduk
Selasa sore (3/3), warga di Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan berusia dua hari bernama Ameera Ramadhani yang diduga ditinggalkan oleh kakaknya, Zidan yang berusia 12 tahun. Kejadian ini terjadi setelah sang ibu meninggal dunia pasca melahirkan. Bayi ditemukan dalam keadaan aman di dalam tas belanja di sebuah gerobak nasi uduk.
Surat Haru dari Kakak
Di dalam tas tersebut, terdapat secarik kertas yang ditulis oleh Zidan. Dalam suratnya, ia meminta agar siapapun yang menemukan adiknya untuk merawatnya. “Assalamualaikum Ibu/Bapak yang menemukan adik saya. Saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” demikian isi surat tersebut. Zidan mengekspresikan rasa cinta dan kepeduliannya kepada sang adik, berharap agar ia diperlakukan layaknya anak sendiri, karena ia tidak akan bisa menjaganya lagi.
Kondisi Bayi Saat Ditemukan
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa bayi perempuan itu ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas polisi segera mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi bayi. Saksi yang menemukan bayi, Dinda dan Marlinah, menyatakan bahwa bayi tersebut berada di dalam tas belanja di gerobak nasi uduk dengan pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan diselimuti selimut putih. Di dalam tas juga terdapat perlengkapan lainnya seperti susu bubuk dan tisu basah.
Langkah Penanganan dari Pihak Berwenang
Setelah penemuan tersebut, pihak kepolisian melakukan pencarian rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengetahui identitas kakak bayi yang ditelantarkan. Mereka juga berkoordinasi dengan RT setempat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Puskesmas Pasar Minggu, dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan. Pada pukul 19.55 WIB, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Respon dari Pemerintah
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan perhatian serius terhadap situasi ini. Ia berharap agar bayi tersebut mendapatkan bantuan yang tepat dan aman. Rano juga menekankan pentingnya peran Dinas Sosial dalam menangani kasus seperti ini, agar kondisi bayi bisa ditangani dengan baik. “Mudah-mudahan anak ini tidak salah datang. Kalau dia mungkin datang di kelurahan, pasti akan ditanggulangi,” ujarnya.
Kesimpulan
Kasus penemuan bayi ditelantarkan ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perlindungan. Masalah seperti ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi anak yang mengalami nasib serupa. Upaya cepat dari pihak kepolisian dan pemerintah diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi Ameera dan memastikan masa depannya lebih baik.