ASEAN Summit 2023: Pendekatan Hemat ala Ilocano di Filipina
By Corey Hoffman / April 15, 2026 / No Comments / Berita Internasional
MANILA, Filipina — Penyelenggaraan KTT ASEAN di Filipina akan mengadopsi pendekatan yang hemat, yang dikenal dengan istilah ‘Ilocano effect’. Pernyataan ini disampaikan oleh Ibu Negara Liza Marcos saat wawancara di New Executive Building, Malacañang, pada hari Selasa. Dengan latar belakang keluarga yang berasal dari Ilocos Norte, Liza Marcos menegaskan komitmen Filipina untuk melaksanakan KTT tersebut meskipun dalam situasi krisis energi global akibat ketegangan di Timur Tengah.
Penyelenggaraan KTT di Tengah Krisis Energi Global
Ibu Negara menyatakan, “Kami akan menerapkan efek Ilocano” sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan KTT ASEAN kali ini. Dalam konteks ini, ‘Ilocano effect’ mencerminkan sifat hemat yang terkenal dari masyarakat Ilocano, yang akan diterapkan dalam semua aspek penyelenggaraan, termasuk pengurangan anggaran dan pemfokusan pada isu-isu krusial.
Filipina akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN di Cebu pada bulan Mei dan di Manila pada bulan November. Meskipun demikian, Ibu Negara menekankan bahwa banyak elemen dalam penyelenggaraan akan disederhanakan. “Kami akan melakukan penghematan hingga ke tahap yang paling mendasar,” tambahnya.
Agenda Utama KTT ASEAN 2023
Dalam pertemuan ini, para pemimpin dari 11 negara anggota ASEAN akan memfokuskan pembahasan pada tiga isu penting: minyak, pangan, dan tenaga kerja migran. Rencana awal mencakup penyelenggaraan pertemuan selama satu setengah hari, yang memaksa penyederhanaan agenda demi efisiensi.
Executive Secretary Ralph Recto menyatakan bahwa Presiden Marcos telah memerintahkan untuk menyesuaikan penyelenggaraan KTT ini dengan mengurangi kegiatan non-esensial, sehingga anggaran yang tersedia bisa lebih fokus pada hal-hal yang paling penting. “Sekitar 650 pertemuan persiapan akan dilakukan secara daring, yang tetap menjamin diskusi yang substansial dan hasil yang produktif,” ungkap Recto.
Rehabilitasi Pusat Konvensi Internasional Filipina
Pada bulan Oktober tahun lalu, Ibu Negara Liza Marcos diakui atas perannya yang sangat penting dalam rehabilitasi Pusat Konvensi Internasional Filipina yang berada di Pasay City, yang akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN. Sebelumnya, Filipina terakhir kali menyelenggarakan KTT ini pada tahun 2017 dan kini kembali berperan sebagai tuan rumah di tengah tantangan global yang ada.
Dampak bagi Indonesia
Penyelenggaraan KTT ASEAN ini memiliki dampak signifikan bagi Indonesia, yang merupakan salah satu negara anggota. Fokus pada isu-isu krusial seperti pangan dan tenaga kerja migran sangat relevan mengingat banyaknya tenaga kerja Indonesia di luar negeri dan tantangan ketahanan pangan yang dihadapi di kawasan. Hal ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dan kerjasama regional dalam pengembangan kebijakan yang saling menguntungkan.
Kesimpulan
Dengan pendekatan yang hemat dan fokus pada isu-isu penting, KTT ASEAN 2023 di Filipina diharapkan dapat memberikan hasil yang produktif dan bermanfaat bagi semua negara anggota, termasuk Indonesia. Penyesuaian yang dilakukan diharapkan bisa menjawab tantangan yang ada saat ini tanpa mengurangi kualitas dari pertemuan yang strategis ini.