Anggaran Pertahanan China Naik 7% di Tengah Modernisasi Militer
By Corey Hoffman / March 5, 2026 / No Comments / Berita
China telah mengumumkan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 7 persen untuk tahun ini, mempertahankan laju pertumbuhan yang relatif stabil meskipun adanya peningkatan pengeluaran untuk militer yang direncanakan oleh Gedung Putih.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah anggaran yang dirilis pada hari Kamis, bersamaan dengan dimulainya sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC). Beijing mengalokasikan 1,91 triliun yuan (sekitar 277 miliar dolar AS) untuk sektor pertahanan.
Kenaikan 7 persen ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan dengan kenaikan 7,2 persen tahun lalu. Namun, angka ini tetap lebih tinggi dari target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang ditetapkan untuk tahun ini, yaitu di kisaran 4,5 hingga 5 persen.
Analisis Pertumbuhan Anggaran
Song Zhongping, seorang analis militer dan mantan instruktur Angkatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), menyatakan bahwa peningkatan anggaran ini mencerminkan “pertumbuhan moderat dalam pengeluaran pertahanan” China.
Menurut Song, PLA memerlukan lebih banyak investasie untuk pelatihan dan peralatan, terutama untuk mempertahankan sistem-sistem baru yang telah diterapkan. Dalam kondisi damai, China diharuskan untuk mengalokasikan sumber daya keuangan yang lebih besar untuk pendidikan, sains dan teknologi, serta kesejahteraan publik.
“Oleh karena itu, pengeluaran untuk pertahanan harus tetap modest,” ungkapnya.
Dampak terhadap Indonesia
Peningkatan anggaran pertahanan China bisa berdampak pada stabilitas kawasan Asia, termasuk Indonesia. Dengan modernisasi militer yang lebih cepat, China berpotensi meningkatkan pengaruhnya di wilayah perairan yang strategis, seperti Laut China Selatan. Hal ini mungkin memicu reaksi dari negara-negara tetangga dan mempengaruhi kebijakan pertahanan mereka. Indonesia, sebagai negara yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut, perlu memonitor perkembangan ini dengan seksama.
Selain itu, dengan pengalihan fokus ke modernisasi militer, ada kemungkinan dampak terhadap kerjasama regional dalam bidang non-militer seperti perdagangan dan diplomasi. Indonesia harus mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat untuk menjamin keamanan nasional sambil tetap menjaga hubungan baik dengan China.
Kesimpulan
Peningkatan anggaran pertahanan China menjadi 7 persen menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat kekuatan militer di tengah tuntutan modernisasi. Hal ini tidak hanya berpengaruh pada China, tetapi juga pada stabilitas regional, termasuk Indonesia. Memahami dinamika ini sangat penting bagi Indonesia dalam merespons potensi perubahan yang mungkin terjadi di kawasan.