MANILA, Filipina — Sebanyak 341 warga Filipina baru saja mendarat di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA), Pasay, pada tanggal 15 Maret 2026. Mereka adalah pekerja migran yang kembali dari Arab Saudi dan Bahrain akibat ketidakstabilan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Penerbangan yang diatur oleh pemerintah ini, menggunakan maskapai Philippine Airlines, membawa sebanyak 328 pekerja migran Filipina (OFW) dan 13 anggota keluarga. Pesawat tersebut tiba di Terminal 1 NAIA sekitar pukul 7 pagi waktu setempat.

Bantuan Pemerintah bagi Para OFW

Setibanya di tanah air, para OFW langsung menerima berbagai bantuan dari pemerintah, yang mencakup akomodasi hotel, pemeriksaan medis, makanan, transportasi menuju provinsi asal, dan bantuan finansial. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung warga negara yang kembali dari kawasan berisiko tinggi.

Perjalanan Pulang yang Menantang

Para warga Filipina yang kembali ini berasal dari kota-kota seperti Al Khobar, Dammam, dan Riyadh di Arab Saudi, serta dari Bahrain. Mereka harus melakukan perjalanan darat untuk menyeberangi perbatasan sebelum akhirnya terbang kembali ke Manila.

Sehari sebelumnya, pada hari Sabtu, 26 OFW dan sembilan anggota keluarga juga telah kembali ke Filipina dengan penerbangan Qatar Airways yang tiba di Terminal 3 NAIA dari negara Teluk tersebut.

Data Repatriasi dari Pemerintah

Sejak dimulainya krisis di Timur Tengah, antara tanggal 5 hingga 15 Maret, pemerintah Filipina telah membantu total 1,656 warganya yang terjebak di kawasan tersebut. Dari jumlah tersebut, 1,350 adalah OFW dan 306 adalah anggota keluarga mereka.

Prioritas Keamanan untuk Pekerja Migran

Hans Leo Cacdac, Menteri Tenaga Kerja Migran, menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan pekerja yang berada di daerah berisiko tinggi, mereka yang sakit, dan mereka yang memiliki masalah kemanusiaan dalam pengaturan kepulangan mereka ke Filipina. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warganya di luar negeri.

Permohonan untuk Perhatian Khusus

Selain itu, lembaga terkait seperti Departemen Tenaga Kerja Migran dan Administrasi Kesejahteraan Pekerja Migran juga diminta untuk mengatur repatriasi bagi OFW yang berada di Lebanon. Migrasi pakar Manny Geslani menekankan pentingnya keselamatan bagi mereka yang terjebak dalam konflik antara Israel dan Hezbollah.

Kesimpulan

Puluhan warga Filipina kembali ke tanah air mereka dengan bantuan pemerintah setelah mengalami kesulitan di luar negeri. Keberhasilan repatriasi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah dalam upaya melindungi warganya, terutama di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Dukungan untuk OFW dan keluarga mereka menjadi prioritas agar mereka dapat kembali beradaptasi dengan kehidupan di Filipina setelah mengalami situasi sulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *