TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, mengungkapkan bahwa akan memfokuskan program pendidikannya pada bidang (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pengumuman mengenai pendirian institusi ini disampaikan oleh Presiden pada hari sebelumnya.

“Salah satu fokus kami adalah STEM, tetapi tentu akan ada banyak program studi lainnya, seperti di bidang dan kedokteran,” ujar Aris di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.

Aris menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap persiapan sumber daya manusia unggul sangat penting untuk menghadapi visi Indonesia Emas 2045. Ia percaya bahwa meskipun Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun masih tertinggal dalam hal teknologi. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memperkuat pendidikan di sektor STEM.

“Tidak mungkin kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi sumber daya manusia yang rendah. Jelas kita memiliki berbagai sumber daya alam, tetapi hingga saat ini kita masih tertinggal dalam teknologi,” tambah Aris.

Dengan demikian, Aris menekankan pentingnya fokus Prabowo pada pendidikan STEM. Dengan cara ini, bangsa Indonesia diharapkan dapat menguasai teknologi di masa depan.

Namun, Aris juga menyatakan bahwa Universitas Republik Indonesia tidak hanya akan berfokus pada program studi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui institusi ini, pemerintah juga akan memperkuat sektor kesehatan, termasuk pendidikan kedokteran. “Kesehatan dan kedokteran juga perlu ditingkatkan karena saat ini sangat kurang,” kata Aris.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pendanaan untuk Universitas Republik Indonesia akan terkait dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi. Namun, ia belum dapat memastikan skema pendanaan, termasuk apakah semua dana akan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“URI (Universitas Republik Indonesia) nantinya akan menerima sebagian dari pendanaan, saya tidak tahu. Kami akan cek kembali. Jika tidak salah, ada keterkaitan dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,” ungkap Purbaya.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, Presiden Prabowo melantik Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Pelantikan Donny berlangsung di Istana Negara Jakarta, bersamaan dengan pelantikan Yos Sunitiyoso, seorang profesor bisnis dari Institut Teknologi Bandung, sebagai wakil gubernur.

Usai pelantikan, Donny menyatakan bahwa Universitas Republik Indonesia merupakan institusi baru yang dikhususkan untuk mendidik calon pejabat pemerintah dan pemimpin perusahaan milik negara (BUMN). “Presiden sangat peduli terhadap sumber daya manusia, khususnya untuk para pemimpin masa depan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Donny, Universitas Republik Indonesia berencana untuk mendirikan sepuluh kampus. Para lulusan akan mendapatkan gelar yang setara dengan universitas lainnya. “Akan ada dokter, sarjana, insinyur, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Banyak,” katanya.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *