Palace Pastikan Tak Ada ‘Lockdown Energi’ Mulai 20 April
By Corey Hoffman / April 4, 2026 / No Comments / Berita
MANILA, Filipina — Istana Malacañang menanggapi berita terkait dugaan akan diberlakukannya “lockdown energi” mulai 20 April sebagai “berita palsu”. Penegasan ini disampaikan oleh Juru Bicara Istana, Claire Castro, pada hari Jumat, 3 April.
Klarifikasi ini muncul setelah sebuah unggahan di media sosial yang viral menyerukan masyarakat Filipina untuk menyiapkan peralatan cadangan seperti power bank, perlengkapan tenaga solar, senter, lilin, makanan, obat-obatan, dan air untuk persiapan lockdown yang tidak pernah ada. Unggahan tersebut juga meminta pengguna untuk menyebarkan informasi tersebut.
Istana menekankan bahwa tidak ada rencana untuk memberlakukan lockdown, sementara pemerintah terus berupaya mengamankan sumber bahan bakar alternatif di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah mengumumkan keadaan darurat energi nasional selama satu tahun untuk mengatasi kemungkinan gangguan pasokan energi. Pemerintah juga berencana untuk memperluas program subsidi bahan bakar secara nasional untuk sektor transportasi mulai 6 April mendatang.
Jaminan Keselamatan Pengiriman Energi
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (DFA) Filipina menyatakan bahwa Iran telah memberikan jaminan kepada Filipina terkait jalur pelayaran yang aman dan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz untuk kapal berbendera Filipina, pengiriman energi, dan pelaut Filipina. Kesepakatan ini terjalin melalui percakapan telepon pada 2 April antara Menteri Luar Negeri Ma. Theresa Lazaro dan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi.
DFA juga menambahkan bahwa kapal Filipina tidak akan dikenakan biaya tol, meskipun sebelumnya ada laporan mengenai sistem “gerbang tol” yang mengenakan biaya tinggi untuk kapal tanker minyak. Lazaro menyebut jaminan Tehran sebagai “penting bagi Filipina,” yang akan melindungi pelaut dan membantu mengamankan pasokan energi negara.
Dampak Terhadap Pasokan Energi di Filipina
Filipina mengimpor 98% minyak mentahnya dari Timur Tengah. Selat Hormuz telah secara efektif ditutup sejak awal Maret, yang mengganggu pasokan bahan bakar dan menyebabkan lonjakan harga minyak. Komitmen dari Tehran ini diharapkan dapat memfasilitasi pengiriman minyak dan pupuk yang sangat dibutuhkan dengan stabil.
Pengaturan ini mencerminkan jaminan serupa yang diberikan Iran kepada negara-negara non-perang, termasuk Cina, Rusia, India, Irak, dan Pakistan. Di sisi lain, upaya AS untuk membuka kembali selat setelah serangan militer pada akhir Februari belum berhasil mengembalikan situasi pengiriman ke normal.
Kesimpulan
Dengan adanya penjelasan resmi dari Istana dan jaminan dari Iran, masyarakat Filipina diharapkan dapat lebih tenang dan tidak panik terhadap isu yang beredar. Pemerintah Filipina berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah tantangan global saat ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh berita palsu yang dapat menimbulkan kepanikan.