Palace Menyerang Pengacara Duterte karena Berpolitik

MANILA, Filipina — Istana Kepresidenan Filipina pada Selasa, 17 Maret, mengkritik Nicholas Kaufman, pengacara mantan presiden Rodrigo Duterte, karena dianggap lebih berpolitik daripada membela kliennya di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Kritik ini muncul setelah Kaufman menyatakan bahwa Duterte telah ‘dikhianati’ oleh pemerintahan saat ini.

Kaufman, dalam wawancaranya dengan NewsWatch, mengungkapkan bahwa sudah satu tahun sejak Duterte merasa dikhianati oleh pemerintah. Namun, Claire Castro, Juru Bicara Istana, menyatakan bahwa itu adalah satu tahun di mana para korban perang narkoba yang dilakukan Duterte mulai melihat harapan untuk mendapatkan keadilan.

Pernyataan Juru Bicara Istana

“Bukan Presiden [Ferdinand Marcos Jr.] yang mengkhianati rakyat Filipina, tetapi para pelaku dan co-pelaku dalam kejahatan terhadap kemanusiaan yang terus mengkhianati rakyat Filipina,” tegas Castro dalam konferensi pers di Cebu. Dia menekankan bahwa Kaufman kembali berpolitik alih-alih fokus untuk membela kliennya.

“Apakah dia sedang mempersiapkan diri untuk pemilihan 2028?” tambahnya. Castro sebelumnya juga mempertanyakan ketertarikan Kaufman pada pemerintahan Marcos daripada membangun pembelaan untuk Duterte. Dia mempertanyakan apakah Kaufman kini lebih fokus pada karier politik orang lain daripada menyelamatkan kliennya.

Duterte dan Kasus di ICC

Rodrigo Duterte saat ini sedang menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan di ICC, terkait dengan aksi kekerasan dalam perang melawan narkoba yang dijalankannya selama menjabat sebagai presiden. Pada 11 Maret, Duterte diserahkan kepada ICC oleh pihak kepolisian dan kini berada di Den Haag untuk menghadapi proses hukum tersebut.

Diperkirakan antara 6.000 hingga 30.000 orang tewas dalam kampanye tersebut, yang telah menimbulkan kontroversi baik di dalam maupun luar negeri. Kasus ini menjadi sorotan internasional dan menggugah berbagai reaksi dari organisasi hak asasi manusia dan pemerintah negara lain.

Dampak terhadap Politik di Filipina

Isu ini bukan hanya tentang hukum, tetapi juga mencerminkan dinamika politik di Filipina. Ketegangan antara pendukung Duterte dan pemerintahan saat ini menjadi semakin memanas, dan pernyataan Kaufman hanya memperkeruh suasana. Jika Kaufman benar-benar berniat untuk membangun karier politik, maka pernyataannya bisa jadi merupakan langkah strategis untuk menarik perhatian di tengah ketidakpastian politik menjelang pemilihan mendatang.

Di sisi lain, kritik dari Istana menunjukkan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjunjung tinggi keadilan bagi para korban perang narkoba. Ini mencerminkan upaya pemerintah untuk mengatasi warisan kontroversial dari kepemimpinan Duterte dan membangun citra baru di hadapan publik.

Kesimpulan

Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara hukum dan politik di Filipina. Sementara Kaufman berusaha membela mantan presiden, kritik dari Istana menunjukkan bahwa ada batasan dalam upaya tersebut. Rakyat Filipina kini menantikan bagaimana proses hukum ini akan berlanjut dan dampaknya terhadap lanskap politik negara tersebut, terutama menjelang pemilihan umum 2028.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *