MANILA, Filipina — Jenazah Mary Ann De Vera, seorang pekerja migran Filipina yang tewas dalam serangan misil di Israel, telah dipulangkan ke Filipina. Pengembalian jenazah ini dilakukan pada tanggal 14 Maret 2026 dan disambut oleh keluarga serta pejabat pemerintah yang membantu proses pemulangan.

Dalam pernyataan resmi, Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) mengungkapkan bahwa kehadiran keluarga dan pejabat pemerintah bertujuan untuk memastikan pemulangan yang layak dan memberikan bantuan segera kepada orang-orang terkasih Mary Ann. “Sa pagdating sa bansa ng mga labi ng OFW caregiver na si Mary Ann De Vera, sinalubong siya ng kanyang pamilya kasama ang mga opisyal ng pamahalaan upang matiyak ang maayos na pag-uwi at agarang tulong para sa kanyang mga mahal sa buhay,” tulis DMW di akun Facebook mereka.

Detail Serangan dan Pengembalian Jenazah

Mary Ann, yang berusia 32 tahun dan berasal dari Basista, Pangasinan, tewas akibat serangan misil yang terjadi di Tel Aviv pada malam tanggal 28 Februari. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Iran melancarkan serangan balasan menyusul aksi militer bersama antara Israel dan Amerika Serikat.

Suami Mary Ann, Bernie Lavarias, turut mendampingi jenazahnya kembali ke Filipina. Sebelumnya, Lavarias juga telah bertemu dengan presiden Israel, Isaac Herzog, yang menyampaikan rasa duka cita dari pemerintah Israel kepada keluarga Mary Ann. Duta Besar Israel untuk Filipina, Dana Kursh, juga hadir menyambut kedatangan jenazah dan menegaskan komitmen Israel untuk memberikan dukungan seumur hidup kepada keluarga Mary Ann.

Dukungan dari Pemerintah Israel

Kursh menjelaskan bahwa menurut undang-undang Israel, keluarga individu yang mengalami cedera atau tewas selama konflik, baik warga negara Israel maupun warga negara asing, berhak menerima bantuan seumur hidup. Bantuan ini mencakup dukungan finansial dan bantuan untuk mata pencaharian.

Pemerintah Filipina juga memastikan akan terus memberikan dukungan kepada keluarga Mary Ann. DMW menyatakan, “Ito ay bilang pagkilala sa katapangan at sakripisyong ipinamalas ni Mary Ann habang ginagampanan ang kanyang tungkulin bilang OFW,” yang berarti mereka menghargai keberanian dan pengorbanan Mary Ann dalam menjalankan tugasnya sebagai pekerja migran.

Dampak bagi Pekerja Migran Indonesia

Kejadian ini juga mengingatkan kita akan risiko yang dihadapi oleh pekerja migran di luar negeri, termasuk dari Indonesia. Banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja di negara konflik atau dengan tingkat risiko tinggi, sehingga penting bagi pemerintah untuk memberikan perlindungan dan jaminan keamanan bagi mereka.

Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan situasi ini dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perlindungan bagi warga negaranya yang bekerja di luar negeri. Komitmen dari negara tujuan untuk memberikan dukungan kepada keluarga pekerja migran sangat penting sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi mereka.

Dengan kejadian tragis ini, diharapkan akan ada peningkatan perhatian dari pemerintah dan masyarakat terhadap nasib pekerja migran, serta perlunya kebijakan yang lebih baik dalam melindungi mereka selama bekerja di luar negeri.

Kesimpulan

Repatriasi jenazah Mary Ann De Vera mencerminkan realitas pahit yang dihadapi oleh pekerja migran. Di tengah duka yang mendalam, dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk membantu keluarga yang ditinggalkan. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perlindungan dan dukungan terhadap pekerja migran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *