Jinggoy Estrada Ajukan Permohonan Pencabutan Larangan Bepergian
By Corey Hoffman / March 12, 2026 / No Comments / Politik
MANILA, Filipina — Senator Jinggoy Estrada mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk mempertimbangkan kembali larangan bepergian sementara yang dikeluarkan terhadapnya oleh Pengadilan Negeri Manila. Permohonan tersebut diajukan melalui pengacaranya, Bianca Soriano, pada tanggal 11 Maret 2023, untuk meminta pencabutan perintah tersebut.
Dalam wawancara dengan para wartawan, Soriano menekankan bahwa larangan bepergian ini seharusnya dicabut karena tidak memenuhi syarat hukum yang berlaku. “Aturan mengharuskan adanya alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan bahwa responden berada dalam risiko melarikan diri,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami telah menyerang sifat bukti yang ada, yang menunjukkan bahwa tidak ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, dan Senat Jinggoy Estrada bukanlah individu yang berisiko melarikan diri.”
Detail Larangan Bepergian
Pada tanggal 10 Februari 2023, Pengadilan Negeri Manila mengeluarkan larangan bepergian sementara ini tidak hanya terhadap Estrada tetapi juga terhadap sejumlah pejabat lainnya. Di antara mereka yang termasuk dalam perintah tersebut adalah mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Jalan Raya, Manuel Bonoan, serta mantan wakil menteri lainnya seperti Roberto Bernardo, dan dua insinyur distrik, Henry Alcantara dan Gerard Opulencia. Selain itu, mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Cathy Cabral, yang meninggal pada 19 Desember 2025, juga tercantum dalam daftar tersebut.
Permohonan Perjalanan ke Luar Negeri
Pada hari yang sama, Jinggoy Estrada juga mengajukan permohonan kepada Sandiganbayan untuk diizinkan melakukan perjalanan ke luar negeri meskipun ia masih menghadapi kasus dugaan korupsi. Dalam langkah tersebut, ia telah mengajukan bantahan terhadap pengaduan yang diajukan di Kementerian Kehakiman terkait dugaan penggelapan.
Soriano menjelaskan bahwa tim hukum Estrada mempertanyakan kepatuhan prosedural dari pengaduan tersebut, termasuk penerimaan dan kredibilitas bukti yang disajikan. Ia berargumen bahwa bukti yang diajukan terhadap Estrada tidak memenuhi ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Kehakiman dan Kantor Ombudsman.
Dampak dan Konteks
Situasi ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat Filipina, terutama mengingat posisi Estrada sebagai senator yang berpengaruh. Jika larangan bepergian ini dicabut, Estrada dapat melakukan perjalanan ke luar negeri untuk kepentingan pribadi atau politiknya, yang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap integritasnya. Selain itu, kasus-kasus hukum yang dihadapinya dapat menjadi perhatian bagi masyarakat luas, yang sangat peduli terhadap isu korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di kalangan pejabat publik.
Kesimpulan
Permohonan Jinggoy Estrada untuk mencabut larangan bepergian menunjukkan ketidakpuasan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung. Sementara pengadilan mempertimbangkan kasus ini, publik akan terus mengikuti perkembangan selanjutnya. Kasus ini menjadi sorotan penting dalam konteks perjuangan melawan korupsi di Filipina dan dampaknya terhadap stabilitas politik di negara tersebut.